ENDAH SULISTYOWATI IDEA

ABOUT ME

my-picture-new1

Nama yang tersandang kadang tidak harus menjadi wujud nyata dari fisik sesorang. Menurut banyak orang dan khususnya harapan orang tuaku mestinya akan menjadi seorang wanita yang endah (cantik) dan sulistyo (baik budi), barangkali begitu. Terlebih sebagai anak pertama menjadikanku harus beda karena terpilih untuk yang pertama mengetahui dunia (di keturunan keluarga) dan menjadi penerapan pertama bagaimana para orang tua menjadi seorang ayah dan ibu. Dimulai sekolah di Madrasah Ibtidaiyah yang aku ingat saat itu hampir semua teman sekolah tanpa alas kaki, padahal aku sekolah sekitar tahun 1975. Tetapi ibuku tidak suka jika aku tanpa alas kaki seperti mereka – banyak alasan – dari nanti kena pecahan kaca, kena paku, dimasuki telur cacing dan lain-lain. Jadilah aku seperti nonik (karena pasti akan sangat beda jika dibandingkan semua teman wanita ku pada saat itu dengan rambut dikepang sedangkan aku sudah berponi he he he …..). Pernah aku bertanya : ” Kenapa sekolah Madarasah pada hal sebelah rumahku ada SD Negeri ?” Waktu itu ibu yang menjawab dengan pelan : ” Biar bisa baca Al-Qur’an, karena ayah ibummu tidak bisa baca Al-Qur’an

Tenyata di Madrasah hanya sampai pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah, setelah 6 tahun dinayatakan lulus kembali aku sekolah Umum, diterima di SMP N favorit di kotaku menjadikan orang tuaku bangga.Jarang sekali anak anak yg sekolah Madrasah bisa diterima disitu , komentar banyak orang tentangku . Yang aku rasa di SMP hanya pelajaran bahasa jawa yang aku sama sekali tidak paham lainnya bisa aku ikuti dengan baik. Pernah suatu ketika aku dipanggil pak Nardi guru bahasa jawaku, “tidakkah di rumahnu semua anggota keluargamu berbahasa jawa ?” tanya belaiau .” Benar pak’ ujarku waktu itu . “Kenapa nilaimu parah sekali ?’ lanjut beliau .” Nilai Matematika , IPA dan Bahasa Inggrismu sangat memuaskan , bapak heran apakah bahasa jawa menurutmu lebih sulit kamu pahami ?” Dia memandangku dengan tajam. Waktu itu aku tidak tahu harus aku jelaskan bagaimana. Jika aku jelaskan bahwa bahasa jawa apalagi menulis huruf jawa aku rasa sangat sulit , pasti beliau akan tidak percaya . Rasanya tidak sampai hati melihatnya kecewa dengan jawabanku itu.

Memang benar belajar matemtika dan bahasa Inggris lebih mudah bagiku , apalagi IPA, tapi bahasa jawa ? kenapa aku selalu tidak cepat mengerti? Hingga suatu siang, waktu itu aku masih di kelas 1 Pak Nardi mengampiriku , “nanti sepulang sekolah bapak tunggu di kantor ya, “ pintanya. Aku menyanggupinya. Akhirnya aku temui beliau siang itu , Deg degan juga, ada apa pikirku berulang ulang. Dia tersenyum menyambutku . “pasti kamu bertanya kenapa bapak panggil?” aku tersenyum dan menggannguk . “Tidak usah takut , bapak hanya ingin apa yang tersandar di nama mu melekat juga dalam dirimu “. Duh apa maksudnya, aku bertanya tanya dalam hati. Dia melanjutkan bicaranya “Namamu Endah Sulistyowati suatu nama yang sempurna. Sangat mencerminkan filsafat jawa yang kental “ tambah tidak paham aku, pikirku tapi dengan sabar aku tetap mendengarkan apa yang dia ucapkan .

“Bapak lihat kamu pandai dikelasmu , mestinya untuk belajar bahasa jawa kamu bisa lampui dengan baik , tapi bapak lihat kamu belum menunjuukan itu , Kembali pada nama yang kamu sandar, untuk menjadi wanita yang sulisyo, sikapmu juga harus sulistyo “ , kamu paham? tanya dia,aku menggeleng, sangat tidak paham hatiku menjawab .

“Apakah jika belajar bahasa jawa , hatimu merasa senang ?” tanya beliau . Aku diam saja , benar sekali jika pas ada jadwal bahasa jawa rasanya malas sekali , aku sendiri tidak tahu kenapa ? Dia meneruskan bicara,” jika di hatimu sudah ada rasa tidak senang dan rasa itu terus menerus kamu pelihara dalam hati mu maka akan timbul rasa gampangke , nyepelekne , ngremehke …..”

“Itu bukan sifat yang sulistyo ….

Namamu tidak lagi endah sulistyowati …’

“Mungkin saat ini , apa yang bapak sampaikan tidak bisa kamu pahami dengan baik, tapi jika kamu dewasa kelak ,dan sudah mampu berikir pasti kamu akan ingat dan paham apa yang bapak sampaikan ini .” jika kamu mengukur sesuatu sangat kecil dan tidak berharga, itu sifat ngremehke , selanjutnya timbul sifat nyepekne dan gampang ke “

“Jadi sekecil apapun keberadaan sesuatu , hargailah semampumu… pastilah segala sesuatunya akan menjadi bermakna “

Terimakasih pak, mungkin siang itu apa yang bapak tuturkan , bagi endah kecil, tidak bisa di mengerti dengan baik, tapi saya sangat menghargai apa yang bapak sampaikan sampai pada saat ini. Selalu saya berusaha untu tetap ingin memiliki nama endah sulisyowati menjadi namaku . Mencoba bersikap sulistyo adalah usahaku yang tak pernah berhenti .

Comments on: "ABOUT ME" (7)

  1. Saya amat tersentuh apabila membaca biography puan. Puan mempunyai sesuatu yang manis untuk diingati dari seorang pendidik dan pastinya mendorong menjadi seorang pendidik dan saya tiba-tiba menjadi sedih kerana saya ingin melanjutkan pelajaran di Kolej Agama tetapi dihantar ke Sekolah Inggeris agar saya bisa menjadi seorang Eksekutif yang dapat berbahasa Inggeris dan senang mendapat tawaran bekerja di dalam Kerajaan, nah sememangnya pendidikan awal menentukan hala tuju kita tetapi saya tidak gembira sebagaimana Puan yang mempunyai memori indah untuk dikenang. Saya amat senang membaca tulisan Puan. Terima Kassih

  2. Thanks p Ghani hv visited my blog , andalah orang pertama yang memberikan komentar terhadap profil saya This has become an award for me …🙂
    saya pikir semua orang sudah ditakdirkan untuk memiliki jalan hidup sediri2 , tinggal bagaimana kemudian kita mensyukuri hal itu sebagai Nikmat dari Allah dengan berbagai hal yang positif .
    cobalah merefleksi pasti sweet memory juga yang bapak punyai, karena makna belajar adalah dapat memaknai tentang segala sesuatu yang pernah terjadi pada kita . Sekali lagi terimaksih , sucses always
    salam

  3. Salam bu, sehabis saja saya membaca komentar puan, saya terus berfikir apakah saya juga mempunyai memori yang indah itu? api, saya fikir fikir erm at last ada satu cuma sewaktu saya dilahirkan sebagai insan yang bernama lelaki dikalangan kakak saya and at last l’m the only son in my family. kemana saya pergi semua kakak saudara, auntie pastinya mencium saya hinggalah saya sudah dewasa hingga kini. kadangkala saya jadi pemalu kerana dipeluk dan dcium dkhalayak ramai. mungkin ini sahaja memori indah saya,moyang, datuk, bapa semuanya telah tiada dan setiap mereka adalah salah seorang imam yang dilantik termasuk membaca kitab dan tempat rujuk, tetapi saya tidak bisa bebuat bagitu kerana saya mendalami ilmu pengurusan (Management) dan Financial dan kadangkala saya susah hati kerana saya tidak dapat menjadi sebahagian daripa mereka, thank you.

  4. Lalu Abd.Rahman said:

    saya ingin belajar pada ibu, boleh?

  5. ibnu darmawan said:

    Luar biasa !!!!! kenangan dimasa kecil dapat tergores jadi sebuah hikayat yang bermakna… bisakah melanjutkan hikayahnya hingga empat puuh tahun kemudian…aku akan senang mengikutinya…

  6. asepmuhtar said:

    guru itu adalah diri sendiri. bu, mohon dikirim contoh RPP yang terbaru ke asepmuhtar@gmail.com, tingkat pendidikan apa saja, SD boleh, SMP boleh, dsb. terima kasih

  7. Ternyata do’a ayah-bunda mbak Endah agar anaknya benar-benar menjadi Endah dan Sulistyowati, terkabul adanya. Alhamdulillah…..

    Salam kenal bu Endah. Semoga perkenalan kita banyak memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: